Jumat, 30 Maret 2012

Aku tidak [belum] bahagia


Aku tidak bahagia disini, aku ingin pulang, kembali ke zona nyamanku, kembali ke kehidupan yang menerima apa adanya aku, dunia yang tidak mengubahku.
Sebelum terlambat, sebelum aku jadi orang lain disini, aku tidak [belum] bahagia
Aku cuma mau pulang, ke tempat yang aku sebut rumah, bersama mereka yang menganggapku keluarga, disini bahkan teman pun aku tak tau, siapa mereka, apakah aku menjadi bagian dari mereka
Aku belum bisa berkata kami, yang benar adalah aku dan mereka, aku cuma tidak [belum] bahagia, sederhana hanya 5 kata
Orang seringkali bilang “kamu akan terbiasa”
Terbiasa apa? Tidak bahagia? Aku tidak mau menjalani hidup yang bahkan tidak menerima kehadiranku didalamnya
Orang seringkali bilang “kamu manja”
Lantas? Bukankah tujuan hidup semua orang adalah hidup bahagia
Dulu motto hidupku 
“life is a journey there are so many ways to be happy”
Aku tak sanggup mengartikannya lagi sekarang

Find a way to live my life seems easy to say than
done now, I’ve tried but it’s just not enough

I miss the old me, how could life changed me only in 6 months, menjadi orang yang tidak kusukai, menjalani hidup yang tidak [belum] bahagia
Itu pikiranku selama menjalani kegalauan sejak 2 bulan yang lalu. Penuh dengan keluhan dan sarkasme pada takdir Tuhan yang mengantarkanku ke tempat ini. Masi sampai sekarang kegalauan itu berlanjut. Aku tidak pandai bersyukur dan melihat segalanya di sisi yang positif
Dan seseorang yang luar biasa, mengandungku selama 9 bulan, dan mungkin lebih mengetahui aku dibanding diriku sendiri mengingatkanku, sebuah pesan sederhana:

Jika sendiri jangan merasa sepi, ingat Allah yang mengawasi


Jika sedih jangan pendam dalam hati, ada Allah tempat berbagi


Jika marah, jaga pikiran dan hati, ada Allah tempat menenangkan diri


Jika susah jangan merasa pilu, ada Allah tempat mengadu


Jika gagal jangan berputus asa, ada Allah tempat meminta


Jika bahagia jangan menjadi lupa, ada Allah tempat memuja


Jika kepentingan agama jangan abaikan, ada Allah yang 
memudahkan semua urusan dan mencukupkan semua keperluan


Ingat: Bahwa kita tidak pernah sendiri selalu ada Allah yang menemani

2 komentar:

  1. love it..
    miss you so much abon.


    we're still twenty years honey, still plenty of time to know how to be happy..

    keep spirit!!!

    BalasHapus