Rabu, 19 Desember 2012

Catatan Senja

I.

Semacam warna senja yang enggan memudar
Jingga yang senantiasa menari dalam senja
Setitik kisah bahagia yang enggan menghilang
Seperti bahagianya mimpi-mimpi anak kecil
Polos
Tidak memahami sebuncah kesalahan dibaliknya

Tapi waktu berlalu dan kita belajar
Lalu kelak akan ada pemahaman yang baik
Ketika nanti mata, tangan, kaki, dan telinga bicara,
apa yang sudah kita siapkan?
Senja dengan sendirinya akan memudar ditelan waktu
Setiap kesalahan jelas adalah pelajaran
Kebahagiaan yang semu, laksana mimpi, bunga tidur yang indah
Sejuta pembenaran tidak akan menjadikannya nyata


Lalu apalagi yang masih kita ragukan?
Akan ada beribu jalan, dengan ratusan persimpangan
Semoga Tuhan menjaga kita selalu dalam kebenaran

II.

Aku ingin jadi jingga
Yang dinanti dalam tiap senja
Aaku ingin jadi pelangi
Yang dinanti kala hujan tiba
Aku ingin jadi rembulan
Yang dinanti dalam kesenduan malam
Aku ingin jadi mentari
Yang dinanti dalam riuhnya pagi
Aku ingin jadi pijar pelita
Yang dinanti dalam kelam gelap
Aku ingin jadi rumah
tempat kembali berkeluhkesah
Aku ingin jadi tanah
Yang dipijak, terinjak, menjaga, memberi
Aku ingin menjadi segala, didamba
Aku ingin jadi wanita sempurna
Wanita sesempurna kamu, Ibu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar